10 Film Terbaik Korea Selatan

Demam hiburan ala Korea tak bisa dipungkiri lagi sedang melanda dunia hiburan Indonesia, mulai dari musik, sampai gaya hidup. Menurut survei kami, artikel-artikel terkait Korea selalu dibaca tiap harinya. Maka dari itu, dalam kesempatan ini, saya ulas sepuluh film terbaik Korea Selatan bagian pertama bagi anda yang memang ‘gila’ Korea atau Anda yang ingin mengetahui film-film terbaik Asia, khususnya pecinta film:

1. Memories of Murder (2003)

Dibintangi oleh aktor paling popular di Korea, Song Kang-Ho (dari film The Good, The Bad, The Weird and The Host), dan Kim Sang-Kyeong, dan disutradarai oleh Bong Joon-Ho, film ini telah menarik banyak penggemar. Film ini didasarkan pada kisah nyata tentang penyelidikan pembunuhan beruntun di Korea Selatan, pada tahun 1980an. Dampak dari para pembunuh yang mengerikan terhadap jajaran polisi yang tidak terlatih dan usaha-usaha polisi negara untuk menangkap pembunuh tersebut menjadikan film ini sangat mengasyikkan. Song berperang sebagai Detektif Park Doo-Man yang dibantu oleh polisi kota Seo Tae-Yoon (Kim Sang-Kyeong). Setting film yang terletak di kota kecil di luar Seoul membawa anda merasa terlibat di dalam kisahnya.
Pada tahun 1986, di propinsi Gyunggi, Korea Selatan, seorang wanita muda dan cantik ditemukan mati, setelah sebelumnya diperkosa (maaf). Detektif Park Doo-Man dan detektif Cho Yong-koo, dua detektif setempat yang brutal dan bodoh tanpa memiliki teknik apa pun, menyelidiki pembunuh dengan menggunakan kekerasan dan menyiksa para tersangka, tanpa hasil apa pun. Detektif Seo Tae-Yoon dari Seoul datang ke daerah tersebut untuk membantu penyelidikan dan yakin bahwa seorang pembunuh beruntun sedang membunuh para wanita. Ketika wanita ketiga ditemukan tewas di “modus-operandi” yang sama, para detektif tersebut menemukan petunjuk dari pembunuhan tersebut.

2. Spring, Summer, Autumn, Winter…and Spring (2003)

Film berdurasi 103 menit ini ini disutradarai oleh Kim Ki-duk, dan dibintangi oleh Su Oh-yeong, Kim Young-min, Seo Jae-kyung, dan Kim Jong-ho. Sutradara sendiri muncul sebagai pria di dalam masa kehidupan terakhirnya. Film yang tenang dan kontemplatif ini menandakan sebuah perubahan signifikan dari karya-karyanya sebelumnya, yang mendapatkan banyak kritikan terhadap kekerasan dan kebencian terhadap wanita yang berlebihan.
Film ini bercerita tentang seorang guru ajaran Buddha yang dengan sabarnya merawat seorang anak laki-laki hingga tumbuh besar dengan penuh kasih sayang serta bijaksana. Ketika murid tersebut mulai menemukan dosa (hasrat untuk melakukan tindakan maksiat), ia kehilangan kehidupan keagamaannya dan mengikuti hasrat cinta untuk pertama kalinya, namun kemudian ia gagal beradaptasi dengan dunia modern, dipenjara atas tindakan kriminalnya dan kembali ke gurunya untuk mencari kebebasan spiritual dan pengampunan dosa, yaitu dengan cara pembersihan rohaniah dan jasmaniah.

3. A Moment to Remember (2004)

Film berdurasi 144 menit ini berdasarkan pada drama televisi Jepang Pure Soul yang disiarkan oleh Yomiuri Telecasting Corporation. Film romantis ini dibintangi oleh Son Ye-jin dan Jung Woo-sung. Film ini secara resmi dikeluarkan pada tanggal 5 November 2004 di Korea Selatan.
Film ini bercerita tentang dua orang yang cintanya bertahan bahkan tragedi Su-Jin yang memiliki penyakit Alzheimer menimpanya pada usia muda. Mereka bersama-sama membangun memori-memori indah ketika mereka bertemu, dan menikah, namun semua memori tersebut hilang disebabkan oleh penyakit Su-Jin tersebut. Woo-Sung memberikan sebuah penampilan yang mempesona ketika sang suami harus menghadapi kenyataan bahwa istrinya tidak mengenalinya lagi. Sudah siapkah kertas tisunya? Karena sutradara John H. Lee dan para pemainnya sangat tahu cara membuat hujan air mata.

4. My Sassy Girl (2001)

My Sassy Girl (dalam bahasa Indonesia: Gadisku yang Lancang) merupakan film berjenis komedi romantis yang berasal dari korea dan dirilis pada tahun 2001. Film ini disutradarai oleh Kwak Jae-yong dan dibintangi oleh Jun Ji-hyun dan Cha Tae-hyun. Fim ini merupakan salah satu film yang sukses di Korea Selatan dan Asia. Pada tahun 2008 film ini dibuat ulang oleh sutradara film Amerika Yann Samuell dan mengangkat Jesse Bradfort dan Elisha Cuthbert menjadi pemainnya.
Film didasarkan pada blog kehidupan nyata dari Kim Ho-Sik, yang menulis tentang hubungannya dengan seorang gadis tanpa nama. Ia adalah teror, memperlakukan cowoknya dengan kejam, mengujinya, mempermalukannya di depan umum, dan membuat kehidupannya seperti di neraka. Lalu, kenapa ia berhubungan dengan perempuan itu? Karena perempuan itu sedang menderita dan ia percaya bahwa ia dapat menolongnya. Pada satu sisi, film ini adalah salah satu film terlucu yang pernah dibuat – Char tae-Hyun memainkan pahlawan yang malang, penyelamat dan korban, sedangkan Jun Ji-Hyun (yang kini terkenal sebagai Gianna Jun dari film Blood: The Last Vampire) memainkan peran sebagai perempuannya. Dari pertemuan pertamanya, ketika gadis yang sedang mabuk muntah di atas kepala penumpang kereta yang botak dan sudah tua, sampai pertemuannya dengan lelaki tua lain yang menyadarkan sang gadis bahwa ia telah menemukan cinta sejatinya, film pasangan ini akan mencuri hati anda.

5. A Tale of Two Sisters

A Tale of Two Sisters adalah film Korea Selatan yang bergenre horor yang disutradarai oleh Kim Ji-woon. Ini adalah film horor perdana buatan Korea Selatan yang ditayangkan di bioskop-bioskop di Amerika Serikat.
Dua saudara perempuan, Soo-Mi dan Soo-Yeon, pulang ke rumahnya setelah dirawat di rumah sakit. Berikutnya, ketika kakaknya yakin bahwa ibu tirinya sedang memarahi adiknya, suasana horor yang mengerikan dan menegangkan akan menemani anda sampai tersingkap kebenaran yang mengejutkan. Sutradara Kim Ji-Woon berhasil menggali penampilan yang sempurna dari bintang-bintang mudanya, Lim Su-Jeong dan Moon Gyung-Young, dengan menggunakan dongeng yang sangat terkenal sebagai dasar dari film ini. Film ini dibuat ulang dengan judul The Uninvited pada tahun 2009 yang gagal menangkap dasar atmosfer dari film aslinya.

6. The Good, the Bad, the Weird (2008)

Film berdurasi 139 menit ini disutradarai oleh Kim Ji-woon dan dibintangi oleh Song Kang-ho, Lee Byung-hun, dan Jung Woo-sung. Film ini terinspirasi oleh Sergio Leone’s The Good, the Bad and the Ugly karya Sergio Leone.

Film koboi ini bercerita tentang tiga gunslinger Korea yang berada di Manchurica kira-kira pada Perang Dunia II: Do-wan, seorang pemburu dermawan yang jujur, Chang-yi, seorang pembunuh bengis dan bertubuh kurus, dan Tae-goo, seorang perampok kereta api yang memiliki sembilan nyawa. Tae-goo menemukan sebuah peta yang ia yakini mengarah kepada sebuah harta karun; Chang-yi juga menginginkan peta tersebut untuk alasan-alasan yang kurang jelas. Do-wan pun mengikuti peta tersebut yang dapat membawa dia menemukan Chang-yi, Tae-goo, dan imbalan uang. Para tentara Jepang yang menduduki kota tersebut dan para kolaborator Manchuria juga menginginkan peta tersebut, begitu juga dengan Ghost Market Gang yang berkeluyuran di pasar para pencuri. Musuh-musuh tersebut saling bertemu dan terjadi banyak pembunuhan. Akankah seseorang menemukan tujuan dari peta tersebut dan berjuang hidup untuk memberitakan ceritanya?

7. Brotherhood of War (2004)

Film drama berdurasi 140 menit ini disutradarai oleh Je-kyu Kang dan dibintangi oleh Dong-gun Jang, Bin Won dan Eun-ju Lee.

Pada tahun 1950, di Korea Selatan, penggosok sepatu Jin-tae Lee dan kakaknya yang berumur 18 tahun, Jin-seok Lee, merupakan anggota dari sebuah keluarga miskin namun bahagia bersama ibu mereka, tunangan Jin-tae Young-shin Kim, dan adik-adik perempuannya. Jin-tae dan ibunya adalah para pekerja keras, yang mengorbankan diri mereka untuk mengirim Jin-seok ke sebuah universitas. Ketika Korea Utara menyerbu Korea Selatan, keluarga tersebut melarikan diri ke sebuah rumah sanak keluarganya di negara tersebut, namun di sepanjang perjalanan, Jin-seok dipaksa untuk bergabung dalam angkatan bersenjata untuk bertempur di baris depan, dan Jin-tae pun mendaftarkan diri untuk melindungi adiknya tersebut. Komandan pasukan tersebut berjanji kepada Jin-tae bahwa apabila ia mendapatkan sebuah medali ia akan melepaskan adik Jin-seok, dan Jin-tae menjadi tentara yang berani di dalam pasukan tersebut. Selama perang saudara tersebut, hubungan Jin-seok dengan kakaknya memburuk dan mengarah kepada sebuah akhir yang dramatis dan tragis.

8. The Chaser (2008)

Film yang dirilis tahun 2008 ini disutradarai oleh Na Hong-jin dimana film ini merupakan debutnya sebagai sutradara. Film thriller ini dibintangi oleh Kim Yoon-seok dan Ha Jeong-woo. Film ini, yang terinspirasi oleh pembunuh beruntun dari Korea Yoo Young-chul, disyuting di lokasi sekitar Mangwon, daerah Mapo-gu, Seoul.

Joong-Ho asalnya adalah seorang detektif yang selalu menegakkan kebenaran. Namun, kini ia adalah seorang calo, yang menghadapi masalah keuangan karena para pelacurnya menghilang secara misterius, dan tidak mendapatkan penghasilan. Polisi tersebut tidak terlihat peduli, jadi Joong-Ho menggunakan keterampilan dulunya untuk mencari tahu apa yang telah terjadi terhadap para wanita tersebut. Apa yang ia temukan sangat mengerikan, dan membutuhkan nyali besar untuk tetap menonton film ini sampai selesai, kecuali mereka yang harus – yaitu, para kritikus – menilai film ini. Ini merupakan film yang mengesankan, membawa penonton ke arah-arah yang tidak terduga pada saat Joong-Ho berusaha mencari-cari salah satu dari gadis tersebut, yang bernama Mi-Jin, sebelum hal buruk menimpanya.

9. Old Boy (2003)

Film yang pernah memenangkan Grand Prix pada Festival Film Cannes 2004 ini adalah sebuah film Korea Selatan yang dirilis pada tahun 2003 dan disutradarai oleh Park Chan-wook dan dibintangi oleh Min-sik Choi, Ji-tae Yu dan Hye-jeong Kang. Film ini diadaptasikan dari sebuah komik Jepang dengan judul yang sama.

Seorang warga biasa diculikd an ditahan di sebuah sel lusuh selama 15 tahun tanpa penjelasan. Kemudian ia dibebaskan, diberi uang, ponsel dan pakaian-pakaian mahal. Ketika ia berusaha keras menuntut penjelasan atas penahanannya dan melakukan balas dendam, Oh Dae-Su segera mengetahui bahwa penculiknya memiliki rencana yang lebih besar baginya dan kemudian penculiknya diberikan siksaan agar Oh Dae-Su dapat membongkar motif penculiknya yang misterius.

10. Musa (2001)

Film yang dirilis di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris ini adalah sebuah film kepahlawanan Korea Selatan yang disutradarai oleh Kim Seong-soo dan dibintangi oleh Jung Woo-sung, Ahn Sung-ki, Ju Jin-mo dan aktris Cina Zhang Ziyi.

Pada tahun 1375, negeri Cina sedang mengalami kekisruhan antara Dinasti Yuan dengan Dinasti Ming. Coryo (sebuah kerajaan kuno Korea di kemudian hari) mengirim perwakilan dari berbagai diplomat, tentara dan seorang budak bisu untuk berdamai dengan pemerintah Cina baru tersebut. Namun, perwakilan ini mendapatkan hukuman sebagai mata-mata dan diasingkan ke padang pasir yang jauh. Di tengah-tengah perjalanan, kelompok perwakilan tersebut bertemu dengan kelompok Yuan, dan para tentara Coryo berusaha untuk memenangkan peperangan tersebut. Mereka memulai petualangannya ke tanah airnya yang jauh, dimana mereka bertemu dengan tentara Yuan lagi. Ketika mereka mengetahui bahwa tentara Yuan menculik seorang puteri Ming, mereka memutuskan untuk melindunginya sehingga mereka dapat mendapatkan kapal untuk pulang. Kemudian perang dimulai .

8 thoughts on “10 Film Terbaik Korea Selatan

  1. a tale of two sisters favorit saya tuh :D
    mungkin kalau buat thriller confession of murder bisa masuk + windstruck buat yang sedih. sekedar Saran bro/sist :D

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s